script :

Kamis, 05 April 2012

Ungkapan Perasaan Lewat Tangisan (Renungan~)

Menangis adlah bagian dari kehidupan,siapapun orangnya seberapa kuatnya dia,pastilah pernah menangis.bisa menangis dalam hati atau beruraian air mata . Entah itu air mata kebahagiaan ataupun air mata duka, mungkin juga reflesi jeritan hati atau sekedar isakan.yang jelas ke dua mata kita pernah meneteskan air mata,misalnya,ketika seorang ibu melihat keberhasilan anaknya tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.saya pernah menangis dalam hati saat kehidupan ini sedang sngt sedih namun saya tak berani menapakkan tetesan air mata karena tak ingin yg lainnya ikut bersedih cukup saya lah yang menanggung kesedihan ini.

 

Kita tidak pernah mengukur air mata, bahkan kita pun tidak dapat mengukur sebarapa terlukanya seseorang yang jrang menagis atau bahkan tidak pernah menapakkan air matanya,sehingga sering kali kita dengar ungkapkan “menangis dalam hati”.menangis berhubungan dalam perasaan, yaitu ‘meggelitik’ sisis emosional dari seseorang.

Sayang sekali jika kita menumpahkan air mata hanya karna memikirkan masalah duniawi saja,padajal masa depan kita yang paling hakiki adalah kehidupan di AKHIRAT.Oleh karma itu,pandai-pandai membedakan antara tangisan orang-orang yang benar-benar bertaubat air mata dapat memetes bulan karma perasaan sedih melainkan karma menyadari betapa dirinya begitu kecil saat berhadapan dengan ‘Sang Khalik’.separti di jelaskan dalam firman Allah SWT : dan apabila di bacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan yang pemurah,mereka tunduk sujud dan menangis.(QR.Maryam (19): 58).

Maka dari itu islam lebih cenderung mengajarkan kepada umatnya untuk menangis dan mengeluarkan air mata dari pada tertawa sampai terbahak-bahak atau mengeluarkan suara yang keras,paling tinggi rasullah SAW hnya tersenyum tanpaklah gigi-gigi beliau.A’isyah berkata ‘’sekali saja aku tidak pernah melihat Rassullah SAW berlebih-lebihan saat kulit telak mulutnya.tawa beliau hanyalah berupa senyuman.”(HR AL-Bukhari,muslim,Abu Daud,Al-Baghwi and Ahmad) .

Ketika menangis karena kehilangan sesuatu atau orang yang paling di cintai,Rasullulah SAW mencontohkan ketika di sertai dengan sedu-sedan dan suara meraung-raung,Air mata hanya menetes dari kedua mata beliau dan di dada beliau terdener sepeti ada yang mendindih..hal ini di gambarkan dengan Dalam hadist riwayat Abdullah ibn Al-syakhir,dia berkata, “aku mendatangi Rasullullah SAW,dan dari dalam tubuh beleau ada suara yang mendidih karena menengis” .

 

Rasulullah bukannya tidak prnah menangis.ketika ibrahim putra biliau wafat,mata beliau jaga berlinang air mata ungkapkan rasa dan sayang beliau kepada ibrahim.beliau juga menangis takkala melihat slah satu  seorang putri beliau yang hatinya sedang terguncang.beliau menangis ketika utsman ibn mazh’un meninggal dinia.beliau juga menangis takkala ada gerhana matahari dan saat melaksankan salat gernhana .beliau juga menangis takkala dududk di dekat kuburan salah satu seorang putri beliau dan terkadang beliau menangis  Saat mendirikan salat malam.Ini tidak berarti rasullullah SAW melarang kita untuk tertawa,ini juga tidak berrti agama mengjarkan kesedihan dan duka lara.Akan tetapi agama, mangajarjan adanya keseimbangan antara tertwa dan menangis.

Sering kita mendengar ada sebagian orang yang sulit untuk menangis, apakah hati mereka telah membatu atau karena sulit menangis karena kesedihan yang dia rasakan sangat dalam ,sehinggah menyebabkan air mata nya tak bias keluar karena telah terkuras habis.Hati dan akal membatu yang membantu adalah membantu persoalan.hati dan pikiran yang mampu menyebabkan sulit menangis bukan  karena persoalan dan dan dula lara yang telah di alaminya.

Alangkah bahagia nya jika kita menangis bukan karena kehikangan barang atau di tinggak pergi orang yang kita cintai tetapi, menangis mebuat jiwa kita halus dan penyayang menjadi sabar dan kuat.Tangisan akn melatih kelembutan hati dan perasaan ,melatih kecerdasan emosi dan cinta kasih.

Rasulullah SAW bersabda “tiada pelupuk mata yang tergenangi oleh air mata melainkan pasti di haramkan jazadnya dari neraka,dan tiada air mata yang mengalirkan pada pipi melainkan akan di hapuskan dari padanya suatu kotoran dan kehinaan.dan apbila ada seorang di antara umat yang menangis niscaya mereka akan di rahkmati.tiada suatu amal pun kecuali bernilai seprti kadar dan timbangannya keculi tetesan air mata,sesungguhnya air mata itu dapat memadamkan samudra api neraka.”

Mari kita maknai tangisan dengan ketulusan hati,dan kelapangan dada, tangisan merupakan bahasa ineversal yang di pahami semua orang yang punya hati nuarani.

“unagkapkan lah perasaan kamu lewat tangisan dan menangis lah sekuat-kuat nay agar hatimu mersa lebih tenang dan jangan pernah takut untuk menangis




By : Riska Angriani Siregar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar