script :

Kamis, 05 April 2012

Cara Kreatif Belajar dan Asyik

Setiap orang tua tentunya mengharapkan anaknya senang belajar dan meraih prestasi, kalau perlu sejak usia dini. Karena itu, orang tua perlu menciptakan budaya belajar (learning culture) pada anak, bukan sekedar kebiasaan belajar (learning habit).

Learning Culture berarti anak memiliki motivasi, semangat dan kebiasaan belajar karena adanya tujuan yang jelas. Pada akhirnya belajar dirasakan sebagai kebutuhan bagi anak. 

Berbeda dengan learning habit yang semata-mata karena mengejar target dan melaksanakan apa yang diminta pihak luar anak.
Di sinilah peran pentingnya kreativitas orang tua menciptakan suasana yang mampu membentuk motivasi, semangat belajar dan rasa bahagia anak untuk terus, terus, dan terus belajar. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh orang tua, yaitu :
  • Meja Belajar Nan Cantik. Meja, menjadi salah satu perangkat utama kegiatan belajar, karenanya anak akan cepat termotivasi belajar jika Anda percantik mejanya.
  • Jadwal Pelajaran Karya Sendiri. Sesederhana, seremeh dan sekonyol apapun ide anak, patut dihargai sebagai sebuah prestasi. Semakin pandai Anda menghargai ide anak, semakin tinggi rasa percaya diri mereka terbentuk.
  • Dinding Corat-Coret. Kreatifitas dan imajinasi Anak akan semakin terasah jika disediakan fasilitas yang menantang, sehingga mereka bisa bebas mengekspresikan emosinya. Semakin bebas ekspresi mereka, semakin tinggi imajinasi mereka berkelana.
  • Pernak-Pernik Unik Teman Belajar. Pernik unik cantik nan menarik mungkin luput dari perhatian orang dewasa. Tetapi bagi anak, bisa jadi memiliki arti yang sangat penting, apalagi jika benda-benda tersebut memiliki arti emosional tersendiri bagi mereka.
  • Musik Ringan Pemicu Semangat. Irama dan musik adalah spesifikasi bidang kerja otak kanan, yang jika diaktifkan akan mampu menghilangkan kejenuhan anak.
  • Gembira dengan CD Rom. Keasyikan menonton film di televisi, menjadi pembunuh utama semangat belajar anak. untuk mengalahkan pengaruhnya, harus dicari multimedia pembelajaran yang tak kalah menariknya.
  • Sampul Buku Istimewa. Buku itu ibarat makanan pokok bagi proses belajar anak. Mempercantik sampul buku, bisa menjadi jurus jitu agar anak suka memegang buku
  • Beralas Tikar di Kebun. Aroma istimewa dari alam yang memasuki otak, membawa sensasi emosional yang teramat mendalam sehingga informasi yang diiringinya memperoleh tempat khusus dalam memori otak dan melekat erat di sana.
  • Bermain Kartu Matematika. Permainan kartu, biasanya sangat menarik perhatian anak. Bahkan hanya sekadar mengoleksi beragam gambarnya pun mereka sudah senang.
  • TTS Sejarah.  Cara menghafal dengan menggunakan hanya otak kiri, melelahkan dan tidak optimal. Sebaliknya dengan menciptakan sebuah permainan dan teka-teki tentang hafalan tersebut, akan mengaktifkan otak kanan dan membuat hafalan menjadi mudah.
  • Spidol Warna-Warni. Sensasi warna akan mengaktifkan otak kanan anak. Selanjutnya menghilangkan kejenuhan, lelah mata dan kantuk. Maka, anak menjadi lebih semangat 'menelan' pelajarannya.
  • Foto, Motto dan Hiasan di Dinding. Sifat dasar manusia adalah ia suka melihat dirinya sendiri. Kebanggaan itu, bisa dimanfaatkan untuk memacu semangat mereka dalam belajar.
  • Pembatas Buku Kreatif.  Walaupun hanya barang mungil yang tampak remeh, namun manfaat pembatas buku cukup besar untuk mempermudah belajar.
  • Tenda Belajar di Halaman. Sesekali belajar di luar rumah bisa menghilangkan kebosanan anak.
  • Tenda Sprei di dalam Rumah. Jangan takut pada kekacauan dalam rumah, sepanjang hal tersebut tidak terjadi setiap hari. karena ketertiban dan kerapihan hanyalah hidangan untuk otak kiri semata. Jadi, ijinkan otak kanan anak untuk diaktifkan, antara lain melalui imajinasi, yang sepintas tambak 'kacau balau' itu.
  • Membuat Rekaman Pelajaran. Beberapa anak memiliki gaya belajar audio, yang lebih suka belajar menggunakan telinga, membuat rekaman pelajaran akan membantunya menangkap maksud pelajaran
  • Perpustakaan Mini. Semakin banyak buku dan fasilitas belajar yang tersedia, akan semakin mudah membangkitkan semangat belajar anak.
  • Merangkum dengan Mind Mapping. Cara kerja otak ternyata tidak linear, tetapi ke segala arah. Itu sebabnya, cara mencatat dengan hanya searah, yaitu horizontal dari kiri ke kanan, justru membuat otak cepat lelah. Dengan membuatnya menyebar ke segala arah, lebih mudah untuk ditangkap otak
  • Lagu Khusus Untuk Hafalan Pelajaran. Ciptakan lirik khusus sesuai bahan pelajaran yang dipelajari, menggantikan lirik lagu favorit yang sudah dihafal anak.
  • Kartu Pos Rumus-Rumus. Semakin menarik anak membuat hiasan untuk daftar kumpulan rumusnya, maka semakin bersemangat mereka menghafalnya.
  • Kuda Goyang atau Ayunan.  Buat anak yang memiliki gaya belajar kinestetis, maka cara belajar yang terbaik adalah ketika mereka bisa terus bergerak.
  • Percobaan-Percobaan Kecil. Percobaan sederhana, selain menggembirakan, juga memudahkan mereka untuk memahami bahan pelajaran.
  • Seluruh Rumah Adalah Tempat Belajar. Pintu kamar, televisi, rak buku, hingga dinding kamar mandi yang ditempelkan kartu rumus/hafalan bisa berfungsi sebagai tempat belajar.
  • Membuat Pertanyaan Sendiri. Pada dasarnya, orang lebih suka membuat pertanyaan daripada jawaban. Mintalah anak membuat pertanyaan sebanyak-banyaknya, karena secara langsung mereka telah menemukan jawabannya.
Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar