script :

Kamis, 29 Maret 2012

CONTOH-CONTOH NASKAH DRAMA~

Contoh 1 :
SALAHKAN SAJA AKU

Penokohan :
Habib = Dacun
Dino = Ihin
Tegar = Kuyud
Siti = Kepsek
Temi = Ibu Rini
Aini = Ibu Ihin
Nurul  = Ibu Dacun
Rahmat = Oyon dan Tn. Kuyud

Diceritakan ada 3 sekawan bernama Dacun, Ihin, dan Kuyud. mereka berada di kelas pembuangan, yaitu kelas orang-orang yang tidak minat belajar.
Pada suatu hari, akan dilaksanakan ulangan matematika.
Dacun adalah satu-satunya dari mereka bertiga yang pintar, Ihin hanya pintar dalam 1 bidang musik, sedangkan Kuyud adalah orang yang sangat patuh pada perkataan Ibu nya.
Selesai ulangan nilai mereka kecuali Dacun sangat buruk, Ihin mendapat 4,1 dan Kuyud mendapat 3,4.
Dacun : “eh, kamu ni malam agek pasti diceramahi  galo”
Ihin : “amen aku la biaso, lemakla maen gitar be, bos aku dk ke marah
Kuyud : “apo bae yg ibuk aku kato ke pasti aku toroti
Ihin :”kalo ibuk kau nyuruh kau makan batu. Galak kau ?
Kuyud :” asak ke ibuk aku yg nyuruh . makan apo be pasti teraso lemak

Dacun dan Ihin merasa merinding
Tidak lama kemudian datang Oyon murid kelas unggulan
Oyon : “hah 71 ?, kau 4,3. Ini lagi 3,4 ? nilai 7,1 itu paling kecil dikelasku, lihat ini 97.”
Ihin :” apa pedulimu ?hah ! “
Oyon : “dasar orang-orang bodoh !”
Dacun : “hey, apa maksudmu mengejek ku ?”
Ihin : “kurang ajar, rasakan ini!”
Ihin lalu memukul Oyon, dan lalu orang-orang disekitar melapornya ke ruang kepala sekolah
Kepsek : “Ihin apa benar kau memukulnya ?”
Oyon : “ dia memukulku disini ! (sambil menunjuk pipinya yang bonyok”
Ihin : “dia mengejek ku duluan bu”
Dacun :”aku saksinya , oyon mengejek, dan Ihin terpancing emosi”
Kepsek :”setidaknya kau butuh dua saksi untuk mengelak”
Dacun & Ihin :”KUYUD ! “
Lalu Kuyud datang sambil menangis
Kuyud :”aku tidak melihat apa-apa”
Dacun & Ihin : “ACIIIIN !
Kuyud :”Ibuku bilang aku tidak boleh ikut campur”
Kepsek :”Baiklah Ihin, Ibu akan laporkan kau pada Ibumu”
Ihin :”yasudah terserah kau sajalah”
Kepsek :”apa kau bilang ?”
Dacun :”dia tak bilang apa-apa bu”
Kepsek :”baiklah, sekarang kalian boleh keluar”
Dirumah Ihin.....
Ibu Ihin :”apa yang Ibu dengar ini benar?”
Ihin :”apa?”
Ibu Ihin :”kau memukul Oyon kan ? Nilai ulangan matematika ku juga jeblok!”
Ihin :”benar, dia memukul ku bu ! masalah ulangan, aku memang tidak berbakat..hhe :D ”
Ibu Ihin :”kau ini, kau harus belajar, kelas mu ini kelas pembuangan, kau masih saja bermalas-malasan, kali ini Ibu akan mengajarimu”
Ihin: “baiklah bu”
Ibu Ihin :”mana yang tidak kau mengerti?”
Ihin :”semuanya ...hihi :D”
Ibu Ihin :”baiklah, kita mulai dari yang ini, rumusnya ini di kalikan ini, lalu kau bagi dengan ini. Hasilnya kau kurangi dengan ini, kau mengerti ?”
Ihin hanya menggelengkan kepalanya.
Hari itu sampai larut malam Ibu Ihin mengajarinya
Keesokan harinya Ibu Ihin, Ibu Dacun dan Ibu Kuyud bertemu di jalan dan lalu berbincang
Ibu Dacun :”aduuuh sayang sekali padahal kalau anaku dapat nilai 7.5 dia bisa lepas dari kelas pembuangan.”
Ibu Kuyud:” anaku malah jauh nilainya, tapi aku tidak khawatir, asalkan dia bisa mengurus perusahaan kelak, masa depan nya masih ada harapan”
Ibu Ihin :”anaku, sepertinya dia memang tidak berbakat, sepulang sekolah dia hanya bermain gitar. Aku tidak tahu harus berbuat apa, setiap malam aku mengajarinya. Tapi dia tetap tidak mengerti”
Ibu Dacun : “Lebih baik, bila dia dapat nilai buruk atau tidak mengerti saat di ajari, kau rotani saja dia suapaya kapok!”
Ibu Kuyud : “kalau aku sih puji saja dia, supaya lebih semangat”
Ibu Dacun:” ada-ada saja kau”
Ibu Ihin :” apa ? merotani nya ? aku tidak tega”
Ibu Dacun :”benar, lama kelamaan dia akan mengerti”
Ibu Ihin :”baiklah, akan kucoba”
Akhirnya Ibu Ihin menerapkan saran dari Ibu Dacun

Disekolah .....

Guru baru :” anak-anak, Kenalkan nama Ibu Rini, Ibu menggantikan Ibu Janah mengajarkan matematika kepada kalian”
Kuyud :” Apa Ibu janah dipecat ?”
Murid-Murid :” ahahahhahaa, dasar si tukang patuh, apa Ibumu yang yang menyuruhmu mengatakan itu ?”
Kuyud :”aku hanya penasaran, tiba-tiba saja dia menghilang lalu digantikan”
Ibu Rini:”beliau sedang cuti, selama dia cuti Ibu yang menggantikanya”
Kuyud :”ooooh”
Ibu Rini :” Ibu belum mengetahui kemampuan kalian dalam matematika, besok akan Ibu akan mengadakan ulangan “
Ihin :”apa?ulangan ? “
Ibu Rini :”Iya, apa ada masalah?”
Dacun :”Ihin ssst , mmm. Tidak ada apa-apa bu.”
Sepulang sekolah
Ihin :”heh cun, kamu kan pinter MTK, nanti kasi aku contekan ya!”
Dacun :”boleh-boleh, buat kalian gratis deh “
Ihin dan Kuyud :”SIP !”
Dirumah Ihin
Ibu Ihin :”hiinn, kau sudah belajar ? main gitar terus kau ini “
Ihin :”aku nggak ngerti bu, ga ada yg ngajarin “
Ibu Ihin :”kali ini Ibu serius, kau harus belajar, kalau tidak...”
Ihin :”kalau tidak apa bu?”
Ibu Ihin :” dengan berat hati Ibu akan merotanmu”
Plak ! Rotan dipukul ke tangan Ihin karena Ihin tidak mengerti mengerti.
Ihin :”sakit buuu”
Ibu Ihin :”makanya kau harus bisa!”
PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK
Setelah berhari-hari merotani Ihin, Ibu Ihin kelalahan dan sebenarnya dia tidak tega, dia pun jatuh sakit.
Keesokan harinya Ihin merasa tidak bersemangat sekolah, padahal hari itu akan ulangan.

Saat itu dikabarkan bahwa  Ibu Ihin mendertia kanker darah, dan harus segera mendapat donor cangkok sumsum tulang belakang.
Ihin :”Ibu ku sakit parah, kalau dia tidak menerima cangkok sumsum secepatnya umurnya hanya tinggal 3 bulan”
Dacun :”apa sudah ada pendonor yang cocok untuknya ?”
Ihin menggelengkan kepalanya
Ke 3 nya :”haaaah”
Lalu menundukan kepala mereka. Tiba-tiba.....
Kuyud :”tapi ada bagusnya juga”
Dacun :”apa cin?
Kuyud :” biarkan saja Ibumu mati hin, kalau dia mati kan kau tidak akan dirotaninya lagi”
Ihin :”apa ? apa yang kau katakan?!”
PLAK !
Ihin lalu memukul Kuyud.. tiba-tiba bu kepsek datang, dia melihat lalu menggelengkan kepalanya sambil melihat Ihin yang sedang memukuli Kuyud..
Kepsek :” ikut Ibu ke kantor,”
Ihin lalu diseret ke kantor ke kantor kepsek
Kepsek :”ulangan jelek, memukul Oyon, memukul temanmu sendiri, kau ini siswa atau preman ?”
Ihin :”aku..aku hanyaa....”
Kepsek:”apa? Kau mau cari alasa, akan kulaporkan pada Ibumu agar dia merotanmu lagi”
Bu Rini :”bu kepsek, jangan kasar padanya. Aku yakin dia punya alasan tersendiri untuk itu”
Kepsek :”kau membelanya lagi ?”
Bu Rini :” aa...aku hanya”
Ihin :” aku hanya berharap Ibuku bisa sembuh, dan merotaniku lagi, andai saja “
Lalu Ihin pergi
Selain itu nilai ulangan Ihin kali ini hanya 5.5 nilai Dacun 9.1, dan Kuyud 4.2
Dacun :”aku mengerti keadaanmu Hin, kau bawa saja kertas ulangan ku , lalu ganti dengan nama mu”
Ihin :” entahlah, aku tidak yakin”
Kuyud :”atau kau ganti saja kertas ku dengan nama mu”
Ihin :” nilai mu lebih jelek dariku, bodoh”
Kuyud :”o iya hehe”
Ihin:” aku..pulag duluan ya”
Lalu Ihin pergi ke RS untuk menjenguk ibunya.
Ihin :” maaf bu, aku sudah berusaha, tapi Cuma ini yang kubisa”
Ibu Ihin lalu mengambil kertas ulangan dan mengenggamnya erat
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit tiba-tiba ibu ihin terdiam membisu
Saat itu Ibu Rini datang..
Ibu Rini :”permisi , Hin.”
Ihin :”ibuku sudah”
Ibu Rini lalu memeriksa Ibu ihin dan..
Ibu Rini:”dia masih hidup, panggil dokter!”
Ibu Ihin lalu dipindahkan ke ruang Intesif...
Ibu Rini :” aku akan mencarikan donor sumsum itu segera, bersabarlah Ihin”
Ihin:”terimakasih ya bu, ibu sudah banyak membantuku”
3 hari kemudian tiba-tiba RS dipenuhi orang yang berniat mendonorkan sumsum mereka.
Tiba-tiba terdaftar Tn. Kuyud
Ihin :”apa ayah mu mendaftarkan ?”
Ayah kuyud :” benar, aki hanya ingin membantu ayahmu”
Suster :” Tn. Kuyud silahkan ....”
Tn. Kuyud : “iya baiklah sus.
Suster :”apa benar ini nomer registrasi anda ?”
Tn.Kuyud :” biar ku lihat....mmm sepertinya ini bukan miliku “
Tn. Kuyud : “apa ada Tn. Kuyud yang lain”
Kuyud:”ada ayah, itu aku”
Ihin :”apa ? apa kau yakin ?”
Kuyud :”Sebagai tanda maafku Hin”
Tiba-tiba Ibu Kuyud datang
Ibu Kuyud :” Kuyuuuud, kan mama sudah bilang, jangan pernah ikut campur urusa orang”
Kuyud :” berapa kali aku menuruti perintah mu bu ?! biarkan kali ini aku memilih jalan ku sendiri”
Tn. Kuyud :”sudah , biarkan dia mengambil jalan nya “
Ibu Kuyud :”baiklah, jaga dirimu”
Akhirnya Kuyud di bawa ke ruangan agar di cangkokan sumsumnya.
Kuyud :”ini tidak sakit , ini tidak sakiit .... aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!”
Dacun :” itu pasti suara teriakanya “
Ihin :”kau benar, terimakasih Kuyud !”

Contoh 2 :

PUTRI YANG DIKURUNG

Title : PUTRI YANG DIKURUNG
Theme : Comedy , Adventure
Players : 7 people
Language : Indonesian
Run time : 21 minutes
Sample of Simple Drama Script in Indonesian for 7 players (comedy + adventure) <---> Contoh Naskah Drama Bahasa Indonesia Sederhana untuk 7 pemain (komedi + petualangan)

Tema    : Komedi + petualangan
Pemain : 7 orang
Penokohan :
- Raja : bijaksana , tegas , berwibawa
- Ratu : baik hati
- Putri : baik hati , ramah
- Patih : penghianat
- Perempuan jahat : jahat , kejam , pendendam ,
- Ksatria 1 : pantang menyerah , tangguh , Ksatria , kampungan, lebay
- Ksatria 2 : pendiam , pintar , Ksatria , tangguh , pantang menyerah
- Ksatria 3 (wanita) : tomboy , pantang menyerah , tangguh , Ksatria .

Cerita singkat :
Alkisah, di suatu kerajaan hiduplah sepasang raja dan ratu . mereka mempunyai seorang putri yang bernama Putri Sumberella ketika pesta ulangtahun putri yang ke 14 sedang diadakan , Perempuan jahat yang jahat nan kejam pun datang untuk membalaskan dendamnya kepada raja dan ratu . ternyata yang menjadi sasarannya kali ini adalah putrinya . dia mengurung putri di suatu penjara yang disebut penjara iblis , konon katanya barang siapa yang masuk ke penjara itu , dia takkan pernah keluar lagi kecuali dia menemukan kunci yang bertabur berlian untuk membuka penjara itu . sampai sekarang tidak ada satupun orang yang bisa menemukan kunci itu . raja dan ratu sangat sedih dan putus asa. Disamping itu , orang yang menjadi patih raja itu sebenarnya adalah anak buah nenek sihir yang menyamar.
Suatu hari , datanglah 2 orang laki2 dan seorang wanita Ksatria ke hadapan raja . mereka berjanji untuk mencari kunci berlian itu dan mengeluarkan putri dari penjara iblis itu . mereka kebingungan dimana letak kunci berlian itu berada . akhirnya mereka menemukan titik terang , mereka menemukan buku kuno yang didalamnya berisi peta dimana kunci itu berada . menurut peta itu kunci itu berada di hutan kalimantan . mereka harus menyebrangi laut , naik turun gunung dan masuk keluar hutan untuk sampai ke lokasi itu . disamping itu Perempuan jahat yang jahat nan kejam itu terus mengawasi gerak gerik mereka . Perempuan jahat itu terus menghadang mereka dengan memunculkan monster2 aneh . tapi monster2 itu terus dikalahkan oleh tiga Ksatria itu sampai akhirnya Perempuan jahat dan anak buahnya langsung turun tangan dan menghadapi langsung 3 Ksatria itu . tapi Perempuan jahat beserta anak buahnya itu kalah dan akhirnya 3 Ksatria itu berhasil mendapatkan kunci nya dan langsung pergi ke penjara iblis dan membuka penjara itu dengan kunci berlian . putri bebas dan pulang bersama sama 3 Ksatria menuju ke istana . raja dan ratu sangat bahagia . dan 3 Ksatria itu dinobatkan menjadi pahlawan kerajaan . dan salah satu dari kesatria itu menikahi Putri Sumberella.

Naskah Drama :
Alkisah , di suatu kerajaan yang bernama kerajaan Garut bangkit Garut berprestasi . hiduplah seorang raja yang bernama raja Abrorah dan ratu nyai roro wetan . mereka mempunyai seorang putri yang bernama putri sumberella .
Di ulang tahun putri sumberella .
Patih : “ yang terhormat raja kerajaan Garut bangkit Garut berprestasi , raja yang kita cintai dan kita banggakan yang tidak lain dan tidak bukan dia adalah Raja Abrohah dan yang terhormat Ratu kerajaan kita yang cantik jelita ia adalah ratu nyai roro wetan . dalam pesta ulang tahun putri sumberella ini, marilah kita bersama-sama mendoakan sang putri
Tidak lama setelah itu , datanglah Perempuan jahat yang jahat nan kejam ingin membalaskan dendamnya kepada ratu .
Perempuan jahat : HAHAHA kebahagiaan kalian cukup sampai disinin saja !
Ratu : kenapa kau datang kesini lagi Perempuan jahat sialan !
Perempuan jahat : setiap yang pergi pasti akan kembali , aku akan membalaskan dendamku kepada kamu cewek genit !
Ratu : Lancang sekali bicaramu Perempuan jahat ! ( menampar Perempuan jahat )
Raja : sudah, sudah istriku . dia hanyalah wanita murahan yang tidak tau sopan santun .
Perempuan jahat : berani beraninya kau menamparku cewek genit . sekarang terimalah pembalasanku HAHAHA . inilah jurus terbaruku HAHAHA ( menculik putri )
Putri : Tolong !!! tolong aku ,, ayah ,, ibu :o
Raja : anakku !
Ratu : Tidaaaakkkk !!! ( pingsan )

Sementara itu, Perempuan jahat yang menculik Putri Sumberella membawanya dan menjebloskan sang putri ke dalam penjara iblis, dimana tidak ada yang bisa keluar dari sana, kecuali dengan syarat...
Perempuan jahat : masuk kau kedalam penjara ini !
Putri : tidak Perempuan jahat ! tolong aku,, tolong..!
Patih : dia tidak akan bisa keluar dari sini nyonya!
Perempuan jahat : oh tentu saja, dia tidakbisa kecuali dia menemukan kunci penjara ini HAHAHAHA!
Patih : kunci nyonya? Bukankah penjara ini dikutuk sehingga tidak ada yang bisa keluar apabila sudah masuk?
Perempuan jahat : oo tidakbisa, ada buku kuno di perpustakaan yang berisi kunci bagaimana membuka penjara ini
Patih : oooh begituu
Perempuan jahat : Ooo tentusajaaa
Nnk & ankbuah : HAHAHAHA !

Sementara itu di istana kerajaan .
Ratu : dimana anak kita kakanda ?
Raja : Perempuan jahat itu membawanya pergi , dan mungkin akan memasukkannya kedalam penjara iblis !
Ratu : apa ?? penjara iblis?! Penjara macam mana itu kakanda?
Raja : iya, penjara itu sangat mengerikan, anak kita takkan bisa keluar dari penjara iblis itu , kecuali seseorang bisa menemukan kuncinya.

Sementara itu penjara iblis .
Putri : ayah, ibu tolong aku , aku takut ... :’(
patih : berisik! kerjamu hanya menangis dan menangis sepanjang hari ! dasar anak manja!
Ksatria 1 : (membawa kayu dari belakang dan kemudian memukul patih)
Patih : aaa (pingsan)
Ksatria 2 : putri , kau tidak apa-apa ?
Putri : tidak apa-apa bagaimana ? kau tidak lihat aku sedang menangis seperti ini ?
Ksatria 1 : lalu ? bagaimana caranya agar aku bisa mengeluarkanmu dari sini ?
Ksatria 3 : aaah kalian ini pake basa basi segala, sudahlah biar aku yang atasi ini, girl’s own this!
Ksatria 3 : putri, apakah kau tau cara agar kami bisa mengeluarkanmu dan membawamu kembali pulang?
Putri : sebenarnya begini, aku diam-diam telah mendengar percakapan antara Perempuan jahat dan anak buahnya, sepertinya aku mengenal anak suara anak buah Perempuan jahat itu, itu PATIH!
Ksatria 3 : patih?! Tapi itu tidak mungkin, masa sih?
Putri : aku yakin itu patih, sudahlah percaya saja, pergilah ke gudang buku yang ada di bawah tanah . carilah buku kuno itu . didalamnya terdapat rahasia untuk membuka penjara iblis ini.
Ksatria 3 : ayo kita pergi, kawan! Aku tau harus bagaimana

Di gudang bawah tanah .
Ksatria 1 : dimana ya buku itu ?
Ksatria 3 : ya cari lah, gimana sih !
.... (mencari buku)
Ksatria 2 : ini dia bukunya! . “penjara iblis itu tidak bisa dibuka kecuali kau bisa menemukan kunci berlian . “
Ksatria 1 : lalu ? dimana letak kunci itu ?
Ksatria 2 : nah , ini dia petanya . “pertama kita harus menaiki gunung guntur , lalu menyebrangi laut indonesia , dan memasuki hutan kalimantan. Kunci itu berada di sebuah gua terlarang . lalu katakan pada dora gunung , laut , hutan kalimantan . apa ini ? di setiap lokasi itu terdapat satu petunjuk .”
Ksatria 3 : ish kau ni, bagai dora saja -___-
Ksatria 1 : eeh, sudah sudah, jangan bertengkar! Ayo kita berangkat!
Ksatria 2 : eh, kita ke istana dulu!
Ksatria 1 : untuk apa?
Ksatria2 : untuk memberi tahu raja agar tidak perlu gelisah, karena kita yang akan menyelamatkan sang putri
Ksatria 1 & 3 : baiklah kalau begitu ayo berangkat!

Sementara itu, raja sedang berbincang –bincang dengan orang kepercayaannya yaitu patih di aula istana, raja tidak tahu kalau sebenarnya patih itu adalah anak buah si Perempuan jahat.
Raja : bagaimana rencana kita sekarang patih ? apa kita harus turun tangan menghadapi Perempuan jahat itu ?
Patih : Hamba tidak tahu paduka raja, tapi bagaimana dengan sang Ratu?
Raja : iya, dia sakit keras karena memikirkan putri Sumbrella
Patih : hamba turut berduka paduka raja
Raja : jadi apa yang harus kita lakukan patih? Haruskah kita pergi ke istana Perempuan jahat itu?

Tiba-tiba .............
Ksatria 1 : stop ! tidak perlu raja .
Ksatria 3 : kami yang akan mencari kunci itu , untuk dapat mengeluarkan putri dari penjara iblis.
Patih : siapa kalian ? berani-beraninya kalian masuk kesini!
Raja : iya, siapa kalian? apa kalian yakin akan bisa menemukan kunci itu ?
Ksatria 2 : kami adalah 3 ksatria paduka, kami janji , kami akan segera pergi dan menemukan kunci itu .
Patih : tidak mungkin! kalian bukan siapa-siapa . apalagi kau wanita ( menunjuk alviera ) . mana mungkin kau bisa menemukan kunci itu !
Ksatria 3 : jangan meremehkan saya hanya karena saya wanita tuan patih! -____-
Ksatria 1 : kami yakin, kami bisa . kalau perlu nyawa kami menjadi taruhannya.
Raja : ya, kalau begitu baiklah, kalian harus dapat mengembalikan putri Sumbrella, kalau tidak, kalian akan dihukum pancung!

Setelah itu, para ksatria keluar dari istana dan melanjutkan perjalanan mereka menuju gunung cikuray.
Menaiki gunung cikuray .
Ksatria 1 : aduh masih jauh ga nih ? aku sudah cape nih .
Ksatria 2 : jangan putus asa kawan . kita belum berumah tangga . eh salah
Ksatria 3 : aah! ayo kita teruskan ! cemen banget sih kalian! -__-
Sementara itu di istana Perempuan jahat .
Patih : nyonya , ada 3 anak Ksatria yang ingin menemukan kunci itu .
Perempuan jahat : apa ? bagaimana mereka bisa tahu??! dimana mereka sekarang ?!
Patih : tanyakan saja kepada layar ajaib .
Perempuan jahat : layar ajaib tunjukanlah dimana 3 Ksatria itu berada ?
...............
Perempuan jahat : dia baru saja sampai di gunung cikuray . oke, saya harus menghadangnya . monster panon! , keluarlah dan hadang mereka !
masih gunung cikuray, sang Perempuan jahat mengeluarkan monsternya, JRENG JRENG JRENG!!
Monster 1 : hahaha
Ksatria 1 : astagfirullohaladzim . apa itu ?
Ksatria 2 : sepertinya itu adalah monster
Ksatria 3 : tentu saja itu monster bukan badut -__-
Ksatria 1 : ayo lawan, hiaaaaat!!!!!!
Akhirnya monster 1 kalah ............
Ksatria 2 : itu dia ...
Ksatria 1 : apa ?
Ksatria 2 : peti kunci sepertinya, ayo buka!
Ksatria 1 : apa?! Coba lagi?! (sambil membuka peti)
Ksatria 3 : itu bukan ale-ale kan ?
Ksatria 1 : engga ko ? ini bener peti .
Ksatria 3 : yah, ga asik banget sih isinya!
Ksatria 2 : ayo kita lanjutkan . ke laut Indonesia
Di istana perempuan jahat .
Patih : nyonya , ada kabar penting .
Perempuan jahat : kabar penting apa ? kau mengagetkanku saja !
Patih : Monster panon sudah kalah . bagaimana rencana kita selanjutnya ?
Perempuan jahat : tenang saja kau . aku punya monster panon 2 . ahahaha
Perempuan jahat : layar ajaib . tunjukanlah dimana para kesatria itu berada ! monster panon , keluarlah dan hadang mereka !

Sementara itu Di laut Indonesia .
Ksatria 1 : (bernyanyi) (bubuy bulan)
Ksatria 3 : lagu apa itu ? kampungan ! ini nih lagu yang keren ( menyetel lagu smash , sambil berjoged )
.............................
Ksatria 2 : stop ! kita sudah sampai .
Monster2 : AHHAHAHAHA !
Ksatria 1 : astagfirulloh . apa lagi itu ?
Ksatria 2 : kiriman lagi dari Perempuan jahat .
Ksatria 3 : 1,2,3 lawan ...
Monster ke 2 pun kalah..............
Ksatria 2 : itu dia ! (menemukan petunjuk ke 2)
Ksatria 1 : semoga bukan coba lagi . apa ? anda belum beruntung
Ksatria 3 : aku yakin ini pasti ale-ale -____-
Ksatria 2 : ayo lanjutkan lagi, jangan menyerah!

Di istana Perempuan jahat .
Perempuan jahat : layar ajaib ,sekarang tunjukanlah dimana 3 Ksatria berada ! apa ? monster 2 juga sudah kalah ! sekarang aku yang langsung turun tangan !
.......................
Di hutan kalimantan .
Ksatria 2 : itu dia peti harta karun yang asli .
Datang Perempuan jahat..
Perempuan jahat : tidak semudah itu ! langkahi dulu mayatku ! HAHAHA
Ksatria 1 : ayo lawan .... hiattt...
Patih : apa apaan ini?! Nyonya?! Kalian apakan dia?!
Ksatria 3 : sudahlah kau, dia pantas begini, dan kau selanjutnya!
Patih : oo tiakbisaa
Ksatria 1 : ayo lawaan!
Perempuan jahat dan patih pun kalah dan para Ksatria mendapatkan kunci itu .
Putri : para Ksatria cepatlah datang .
Ksatria (all) : Putri !!!
Putri : apa kalian berhasil mendapatkan kunci itu ?
Ksatria 1 : ya udah lah , mana mungkin kita tak bisa . kita kan para kesatria yang tangguh and gaul getoh !
Putri : kalau begitu cepat buka .
Ksatria 1 membuka penjara iblis dengan kunci itu .
Putri : terimakasih kalian telah menyelamatkanku.
Ksatria1 : ayo cepat pulang putri, orang tuamu pasti mencemaskanmu !
.........
Di istana kerajaan ..
Putri : ayah!
Raja : anakku . kau sudah kembali !!!
Putri : iya ayah ,, mana ibu ??
Raja : sebenarnya............
ibumu sudah meninggal dua hari yang lalu .
Putri : tidaaaakkk !!! ibuuuu !!!
Ksatria 1 : sudahlah . biarkan ibumu tenang di alam sana .
Putri : kau tidak mengerti, ibuuu!!!!
Raja : sudahlah anakku, besok kita pergi ke tempat peristirahatan terakhir ibumu
.............................
Sang putri dan keluarga kerajaan pun pergi ke makam ratu nyai roro wetan,
Putri : bisakah ayah meninggalkanku sendiri saja disini, kumohon
Raja : baiklah kalau itu maumu, tapi jangan terlalu lama
Putri : (berbicara pada batu nisan) ibu, kenapa ibu meninggalkan aku? Ibu jangan mati huuuhuuuuuu
Putri : ibu, sebenarnya aku mempunyai rasa kepada salah satu ksatria itu, tapi aku takut ibu, ah andai ibu disini, ibu pasti mengerti, ibu pasti tau aku harus bagaimana
Raja : kau sudah selesai anakku?
Putri : iya ayah, ayah...
Bagaimana kalau aku menikah dengan kalangan bukan bangsawan?
Raja : kau ingin menikah dengan siapa anakku?
Putri : aku ingin menikah dengan ssssduaygasyiu(berbisik kepada raja)
Raja : baiklah, akan ayah pikirkan
Sang putri dan keluarga kerajaan pun kembali ke istana, dan kemudian sang raja memberi pengumuman kepada ksatria tersebut
Raja : terimakasih pada kalian 3 ksatria yang pemberani yang telah menyelamatkan sang putri, atas itu, aku akan memberikan hadiah pada kalian
atas keberanian ksatria 3, aku berikan pedang titanium ini sebagai lambang keberanian, untuk ksatria 2, aku berikan buku ini sebagai lambang atas pengetahuan tak terbatas yang dimilikimu, dan untuk ksatria 1, kau akan aku nikahkan dengan putriku
Ksatria1 : apa?! Tuan raja tidak bercanda kan?
Raja : tentu saja tidak, kau tidak mau?
Ksatria 1 : bukan begitu, baginda, justru hamba akan melamar putri, tapi saya takut tidak diterima oleh baginda sebagai besan, dan sang putri tidak mungkin mencintai hamba .
Putri : tidak begitu, aku mencintaimu ksatria
Ksatria 1 : putri,apakah itu benar? Maukah kau menikah denganku? (menyodorkan cincin)
Putri : tentu saja aku bersedia
Sang putri pun menerima lamaran sang Ksatria 1, dan beberapa hari kemudian mereka menikah dan akhirnya hidup bahagia selamanya.

Contoh 3 :
Menangkap Tikus
Deri : “Biasanya kan Bi Surti yang suka membereskan sepatuku.”
Ibu : (kesal) “Untuk hal seperti ini, Ibu rasa kamu bisa me ngerjakannya sendiri.”
Deri : (segera mengambil sepatu dan kaus kakinya yang ber serakan) “Aahh… Ibu.”
Deri segera masuk ke kamarnya. Suasana berganti menjadi kamar Deri. Di kamar, terdapat sebuah tempat tidur kecil, kipas angin, meja belajar, dan sebuah tempat sampah. Deri merebahkan diri di atas tempat tidurnya. Ia melemparkan tasnya ke samping bawah meja belajarnya. Ia belum mengganti baju seragamnya. Lalu, ia menyalakan kipas angin.
Deri : (sambil membaca buku yang diambilnya dari meja belajar) “Ahh… begini kan lebih enak….”
Deri membuka bungkus kacang yang ia beli tadi. Ia membuka satu per satu dan melemparkan begitu saja kulit-kulit kacang ke bawah tempat tidurnya.
Suasana malam. Deri tidak bisa tidur. Ia mendengar suara-suara aneh.
Ciiitttt… cit… cittt…. Deri ketakutan. Dari kolong tempat tidurnya, keluar seekor tikus.
Deri kaget. Ia paling takut pada tikus. Tidak berapa lama kemudian, beberapa ekor tikus keluar dari kolong tempat tidurnya. Deri mengambil sapu ijuk.
Deri : (mencoba mengusir tikus-tikus) “Ukhhh… mengganggu saja!” (memukul seekor tikus)
Beberapa tikus malah menghampiri Deri.
Deri : (ketakutan dan menjerit-jerit) “Ibu, Ibu tolongin Deri!”
Ibu : (membuka pintu kamar Deri) “Ada apa kok kamu teriak-teriak?”
Deri : (wajahnya pucat) “Ibu, banyak si Jerry!”
Ibu : “Jerry, siapa itu Jerry?”
Deri : (menunjuk ke bawah tempat tidurnya) “Maksud Deri banyak tikus kecil.”
Ibu : (kebingungan) “Di mana?”
Deri : “Itu di bawah tempat tidur Deri!
Deri takut. Deri tidak mau tidur di kamar Deri.”
Ibu : “Ya sudah, malam ini kamu tidur bersama kakakmu saja.”
Suasana pagi hari. Ibu masuk ke kamar
Deri. Ia kaget melihat sampah-sampah berserakan di bawah tempat tidur Deri.
Ibu : (berteriak, mukanya cemberut)
“Derii…sini!”
Deri : (memakai seragam sekolah) “Ya ada apa, Bu?”
Ibu : “Lihat!” (menunjuk ke sampah yang berserakan) “Kamu jorok sekali. Pantas banyak tikus di kamarmu.”
Deri : (malu dan tertunduk) “Habis bagaimana dong?”
Ibu : “Lho kok, malah tanya. Mulai sekarang kamu harus menjaga kebersihan kamarmu. Kamu jangan membuang sampah sembarangan lagi. Kan, sudah ibu sediakan tempat sampah di kamarmu (menunjuk ke tempat sampah).
Apa perlu Ibu membuatkan plang peringatan di sini?”
Deri : “Ibu bisa saja. Deri janji tidak akan membuang sampah sembarangan lagi.
Deri kapok sama si Jerry-Jerry nakal.”
Ibu : (tersenyum) “Ya sudah, sekarang kamu pergi sekolah. Pulang sekolah nanti, kamu harus membersihkan kamar mu.”
Deri : “Baik, Bu!”
Sejak saat itu, Deri selalu menjaga kebersihan kamar nya.
Naskah drama ini adalah hasil pengubahan dari cerpen “Tikus-Tikus Nakal”.
Sumber: Bobo, 22 Februari 2007

Contoh 4 :
Angin

Suasana panggung sepi, hanya terdengar suara dari mulut anak-anak memanggil angin
Angin kecil, kembalikan angin besar, datanglah
Angin kecil, kembalikan angin besar, datanglah

Berkali kali suara itu didendangkan dengan maksud agar angin mau datang. Kemudian keluarlah dua anak laki-laki , mereka bernama Agus dan Jaya. Kedua anak itu keluar dengan gaya sedang menaikkan layang-layang

Jaya: Agus, kenapa angin besar tidak mau bertiup? Musim hujan mulai datang dan biasanya angin selalu kencang bertiup
Agus: Iya ya, kenapa dari tadi hanya angin kecil yang bertiup, layang-layangku jadi tidak bisa naik
Jaya: Coba kita panggil angin sekali lagi, siapa tahu sekarang jadi mau datang angin besarnya
Agus: Ayoo, memang manja sekali angin musim penghujan ini

Agus dan Jaya mulai berdendang seperti tadi :
Angin kecil, kembalikan angin besar, datanglah
Angin kecil, kembalikan angin besar, datanglah

Berkali kali mereka berdendang, tetapi angin masih tidak mau bertiup kencang juga

Jaya: Capek aku Gus, tapi angin tetap tidak mau bertiup kencang
Agus: kita istirahat dulu, kita tunggu saja angin besar datang sendiri

Kemudian kedua anak tersebut duduk beristirahat di bawah pohon

Jaya: Gus, benang layanganku selalu aku gelas dengan gelas telepon. Tajam dan selalu menang, tidak pernah kalah
Agus: Tak pernah kalah?
Jaya: Iya tak pernah kalah
Agus: Betul?
Jaya: Betul
Agus: Minggu kemarin? waktu itu kamu kalah dan menangis. Dan, ketika kamu adukan ke ayahmu, malah kamu dijewer dan menangis sampai suaramu terdengar di rumahku
Jaya: Kapan sih?
Agus: Minggu kemarin waktu kamu kalah dengan layang-layangnya si Wito
Jaya: Oh waktu itu
Agus: iya

Jaya: Ya, kan hanya sekali itu aku kalah
Agus: Tadi kamu bilang kalau tidak pernah kalah
Jaya: Pernah, hanya sekali itu lah
Agus: Sekali kan artinya tetap pernah kalah
Jaya: Ya pernah, tetapi hanya sekali. Kalo dengan layang-layangmy aku tidak pernah kalah kan.
Agus: ya sudah, ayo kita adu sekarang, mumpung angin besar mulai datang
Kemudian kedua anak tersebut berlari-lari kesana kemari. Tidak lama kemudian terdengar tangisan.
Agus: Aduh, kenapa kamu selalu menangis tiap kali kalah bermain layangan?
Jaya: huhuhuhu (sambil terisak isak), layang-layangku...layang-layangku..
Agus: Ya sudah, malas aku bermain dengan anak cengeng seperti kamu Jaya

Agus berjalan pulang meninggalkan Jaya. Tidak lama kemudian Jaya juga pulang sambil tetap menangis


Contoh 5 :

kutipan dialog naskah (drama) dari Albert Camus yang sudah diterjemahkan oleh Ahmad Asnawi

 (CALIGULA masuk diam-diam dari kiri. Kakinya penuh lumpur, bajunya kotor, rambutnya basah, pandangannya nanar. Dia beberapa kali mengangkat tangannya ke mulut. Kemudian dia mendekati cermin, berhenti tiba-tiba ketika melihat bayanganya dalam cermin. Setelah menggumamkan bebebrapa kata yang tak jelas, dia duduk di kanan, membiarkan tangannya lunglai di antara mulutnya.HELICON masuk, di sebelah kiri. Setelah melihat CALIGULA, dia berhenti di sudut belakang panggung dan memperhatikan dia diam-diam. CALIGULA menoleh dan melihat dia. Hening sejenak.)
HELICON (melintasi panggung) : Selamat pagi, Caius.
CALIGULA (dengan nada datar) : Selamat pagi, Helicon.
(Hening sejenak.)
HELICON : Anda tampak lelah.
CALIGULA : Cukup jauh kuberjalan.
HELICON : Yha, Anda pergi cukup lama.
(Hening sejenak.)
CALIGULA : Sulit mencarinya.
HELICON : Apa yang sulit dicari?
CALIGULA : Apa yang aku kejar.
HELICON : Maksud Anda?
CALIGULA (dengan nada datar) : Bulan.
HELICON : Apa?
CALIGULA : yha aku menginginkan bulan.
HELICON : Ah….(Hening lagi. HELICON mendekati
CALIGULA.) Mengapa Anda menginginkannya?
CALIGULA : Ah… itu salah satu hal yang belum kudapatkan.
HELICON : aku mengerti. Dan sekarang-sudahkah Anda melihatnya sampai puas?
CALIGULA : Belum. Aku tidak bisa memperolehnya.
HELICON : Sayang sekali!
CALIGULA : yha, dan itulah sebabnya aku merasa
letih. (Diam. Kemudian) Helicon!
HELICON : yha, Caius?
CALIGULA : Rupanya, kamu mengira aku gila.
HELICON : Seperti Anda ketahui, aku tidak pernah berpikir begitu.
CALIGULA : Ah, yha….Sekarang, dengarkan! Aku tidak gila; kenyataannya aku belum pernah merasa begitu terang. Apa yang terjadi padaku sangat sederhana; aku tiba-tiba merasakan adanya hasrat untuk mendapatkan hal-hal yang tidak mungkin. Hanya itu. (Diam) Keadaanya sebagaimana adanya, menurutku, sangat jauh dari memuaskan.
HELICON : Banyak orang berpendapat begitu.
CALIGULA : Itulah. Namun dulu aku tidak menyadari.
Sekarang aku baru tahu. (masih dengan nada datar). Sebenarnya, dunia kita ini, tidak bisa ditolerir. Itulah sebabnya aku menginginkan bulan, atau kebahagiaan, atau kehidupan abadi- sesuatu yang mungkin kedengaran gila, namun yang bukan bagian dari dunia ini.
HELICON : Itu cukup bagus, dalam teori. Hanya, dalam praktek orang tidak dapat merampungkannya sampai tuntas.

Contoh 6 :
HARI IBU

Tokoh:
Ibu Shofi:   59 tahun
Sandra:       35 tahun
Nora:           30 tahun
Silvi:             24 tahun
Meila:         20 tahun
Dilla:            8 tahun
Minem:      33 tahun
Latar/Lokasi:
Babak 1:     Ruang Keluarga
Babak 2:     Ruang Makan
Babak 3:     Ruang Keluarga
Babak 1
(Di sebuah ruang keluarga, duduk santai Ibu Shofi, Meila, Silfi, Nora)
Ibu Shofi:   Sepertinya jarang ya kita berkumpul seperti ini. Kalian berkumpul di rumah, untuk makan malam bersama, dengan ibumu yang sudah tua renta ini.
Kalian semua terlalu sibuk dengan urusan masing-masing sih.
Hmmmm Jadi… ibu sering sendirian deh di rumah.
Silfi:              Tapi sekarang tidak sendiri lagi kan bu?
Kami semua ada di sini menemani ibu.
(mendekat, memeluk dan mencium ibunya)
Ibu Shofi:   Mana Bagas, Meila? Dia jadi kesini kan?
Minem:      (Masuk membersihkan meja, tanpa bicara apa-apa)
Meila:         hmm sepertinya Mas Bagas sedang ada di Batam bu. Tanggung untuk pulang.
Proyeknya masih berjalan setengah.
Ibu Shofi:   Anak lima… kok… yang ngumpul cuma tiga…
Kemana lagi tuh si Sandra, jadi kesini tidak. Itu anak kok tidak bisa diatur ya?
Di suruh kuliah tinggi, malah maunya masuk teater. Disuruh kerja yang bener, malah sukanya pentas. (sambil mengelus dada)
Nora:           Bu… bu. Jangan seperti itu, Mbak Sandra kan anak ibu juga. Setiap manusia kan punya pilihan sendiri untuk hidupnya. Seperti Mbak Sandra memilih teater untuk menjalani hidupnya.
Minem:      Ya, ndoro, barang kali aja, Mbak Sandra itu bisa jadi artis terkenal, masuk tivi.
Silfi:              Nem, Nem, ngomong apa kamu itu. Eh, tapi bener juga ya?
Sana Nem, ambilin tasku yang tadi di kamar.
Minem:      Nggih. (langsung beranjak masuk)
Ibu Shofi:   Lah, bisnismu sekarang gimana Fi?
Maju kan?
Silfi:              Alhamdulillah bu. Ada investor yang mau mendanai. Website kita juga banyak pengunjungnya. Jadi pemasarannya sudah sampai ke luar negeri.
Ibu Shofi:   Duh, senangnya anakku yang ini berhasil. Jadi ingat almarhum ayahmu. Pasti dia juga bangga.
Tapi kapan kamu nikahnya???.
Nora:           Hehe… Silfi sudah punya calon bu, tinggal di ajukan aja ke Ibu.
Iya kan Fi? (Sambil mengedipkan mata ke Silfi)
Silfi:              (malu-malu)
Ibu Shofi:   Iyo, to Fi?
Ya, aku ikut senang. Udah cepat aja calonmu itu kamu bawa ke sini.
Silfi:              Inggih Bu. Tapi Mas Dani sepertinya masih sibuk dengan urusannya.
Insya Allah, setelah semua beres akan aku ajak kesini.
Nora:           Oh, kamu sekarang sama Dani toh?
Silfi:              (tersipu) ya Mbak.
Ibu Shofi:   Dani ya namanya?
Silfi:              Mengangguk pelan.
Minem:      (masuk) Ini tasnya Mbak (sambil menyerahkan bungkusan ke Silfi)
Silfi:              Makasih Nem.
Ibu Shofi:   Eh, anakmu tadi kemana Ra?
Silfi:              Iya, kemana Dilla tadi?
Nora:           Itu di depan sama Meila.
Tidak tahu lah, mereka kok cocok ya? Padahal kan tante sama ponakan.
Dilla…… (berteriak memanggil)
Dilla:            (berteriak dari luar) Sebentar bunda, ini masih asyik ni sama tante.
Ibu Shofi:   Sudah biarkan saja. Meila memang seperti itu kok Ra. Jiwanya masih jiwa anak-anak.
Silfi:              Gimana sih, mbak? kan biasa. Aku juga sering bercanda sama Dilla, dia memang anak yang lucu dan menyenangkan. Aku juga suka sama anakmu itu Mbak.
Minem:      Ndoro makanannya sudah siap. Monggo didahar…
Silfi:              Ayo bu kita makan…
Ibu Shofi    Sebentar Fi, ibu mau menunggu kakakmu Sandra dulu…
Nora:           tak usah ditunggu bu… Mbak Sandra sudah bilang tidak bisa datang.
Ibu Shofi:   Baiklah…
Silfi:              Oh, benarkah Mbak Sandra tidak akan datang?
Nora:           Katanya si begitu.
Ibu Shofi,  Nora, Silfi, Minem: (menuju ruang makan, disana tersaji berbagai makanan yang telah disiapkan untuk merayakan hari ibu malam itu)

Babak 2

(Di ruang makan, duduk menghadap meja makan, Nora, Ibu Shofi, dan Silfi. Minem merapikan meja dan menyiapkan sajian makanan)
Nora:           Nem nem… tolong panggilkan Dilla dan Meila, bilang makanan sudah siap.
Minem:      Ya mbak
Nora, Ibu Shofi, Silfi: (terdiam sambil merapikan duduknya)
(Berselang beberapa detik, didepan rumah, tampak minem berbicara ke Dilla dan Meilla yang sejak tadi terlihat asyik ngobrol)
Dilla:            Budhe Sandra!!!...... (berteriak didepan rumah sambil berlari menghampiri dan memeluk budhe Sandra)
Meila, Dhilla dan Sandra: (masuk ruang makan bersama Minem dibelakangnya)
Sandra:       Malam bu…
Ibu Shofi:   (diam sejenak dengan pandangan menyelidiki kearah Sandra)
Kemana saja kau Ndra? Pulang-pulang tanpa salam, lihat adik-adikmu sedari tadi sudah ada disini menemani ibu.
Nora:           Dilla sini nak… (Memanggil Dilla sambil menyuruhnya duduk disebelah)
Dilla:            Baju budhe bagus ya ma… (dengan suara pelan)
Nora:           iya sayang…
Sandra:       Dilla mau? Nanti budhe belikan ya (sambil tersenyum simpul kearah Dilla)
Ibu Shofi:   Sandra, jangan mengalihkan perhatian jawab, pertanyaan ibu tadi. (dengan nada tegas)
Sandra:       Maaf bu…
Assalamualaikum.
Semua:       Waalaikum salam.
Sandra:       Tadi ada pentas di Galerinya mas Dafa. Maaf hanya aku saja yang kemari, mas Dafa masih sibuk membereskan semua barang-barang seni nya, Mas Dafa ingin sekali bertemu dengan ibu tapi keadaan yang tidak bisa kompromi (sambil menunduk)
Ibu Shofi:   Kalian berdua… Ada saja alasan. Cucuku mana Ndra? (dengan nada geram)
Sandra:       Iya, Fian dan Nando ikut ayahnya beres-beres galeri.
Ibu Shofi:   Setiap kali kesini, cucuku tak pernah kau ajak.
Kenapa Ndra. Malu kau punya ibu seperti ini?
Nora:           Ya, mungkin tidak ada waktu yang tepat bu. Jangan salahkan Mbak Sandra.
Ibu Shofi:   Kalian selalu saja membela Sandra.
Meila:         Ibu… sudahlah… sekarang yang terpenting mbak Sandra sudah disini, meski tanpa Mas Bagas, Mas Dafa dan Mas Hari, kita bisa berkumpul disini khan (sambil membelai tangan ibunya)
Silfi:              Bu… makanannya kalau dingin tak akan enak untuk dimakan. Fian dan Nando, juga sudah bertemu ibu kan, lebaran kemarin.
Ibu Shofi:   Iya, aku hanya rindu dengan cucuku yang ganteng-ganteng itu.
Hmmm baiklah… maafkan ibu kalian ini ya… baiklah kita mulai saja makan malamnya.
Semuanya: Bismillahirahmanirahim
(Mereka semua makan malam dengan suasana yang sudah mulai mencair, tak ada ketegangan lagi diantara Sandra dan Bu Shofi)
***

Babak 3

(Di ruang  tengah setelah mereka selesai makan malam. Ibu duduk di kursi yang tersandar didepan meja, sedangkan Silfi, Nora, Minem, Meila dan Dilla duduk di Shofa. Sandra duduk disebelah Ibu Shofi untuk memijat kakinya yang sudah tua).
Ibu Shofi:   Ibu ini sudah tua… semakin tua… sudah tak seperti dulu yang mampu merawat kalian semua, yang menyayangi kalian dengan semangat yang tak kenal lelah. Namun kini ibu sudah lemah, lihat… kaki ibu sudah rentah… harusnya kalian mau bergantian menemani ibu, bukan hanya dihari-hari besar saja kalian semua baru kumpul (sambil tertunduk pilu)
Sandra:       Bu… maafkan sandra yang selama ini selalu mengecewakan ibu… tak pernah mendengar kata-kata ibu… (sambil memeluk ibu Shofi dan menangis pelan)
Ibu Shofi:   Ibumu ini selalu memaafkanmu nak… Ibu selalu mendoakanmu sandra… meski kau mungkin sering lupa dengan ibumu ini (Menangis tersedu-sedu)
Sandra:       Aku takkan pernah lupa dengan ibu yang melahirkanku dan merawatku selama ini
Ini hadiah buat ibu (sambil mengambil bingkisan berwarna putih dalam tasnya)
Ibu Shofi:   Terima kasih sandra…
Dilla:            Nek… ini hadiah untuk Nenek… dan ini hadiah untuk Bunda… (dengan tingkah lucunya)
Ibu Shofi dan Nora: oooh terima kasih sayang….
Meila:         Bu aku tak bisa memberikan apa-apa… aku beri ibu ciuman saja ya … (tersenyum sambil mencium pipi ibu shofi)
Dilla:            Aku juga mau tante. Untuk Ila mana?
Meila:         (langsung menarik Dilla dan menciuminya)
Silfi:              Terima kasih bu atas kasih sayangnya selama ini kepada kami semua, ibu tau… Ibu lah yang terbaik dalam hati kami
Ibu Shofi:   (menghapus air matanya dan tersenyum)
Alhamdulillah… ya Allah… malam ini begitu indah… Ibu… tak mengharapkan apa-apa dari kalian, bukan harta atau balasan yang ibu cari dan minta dari kalian. Ibu hanya ingin sayangilah ibumu ini nak… sebelum semuanya terlambat
Ibu bangga memiliki kalian semua…
Juga memiliki Minem yang senantiasa membantu ibu dan tak pernah sakit hati bila terkena marah ibu.
Minem:      Minem juga sayang sama ndoro… tapi ndoro jangan suka marah ya… nanti tambah tua… banyak senyum aza… ndoro.,… biar awet muda…
Semuanya: Hehhehehe
Dilla:            Iya, nenekku masih kelihatan cantik kok. Bahkan sepertinya masih lebih cantik nenek dari bunda.
Nora:           Iya, tul. Betul kamu Dilla, nenek memang terlihat cantik kalau selalu tersenyum. Jadi ibu nggak usah sedih ya. Senyum!
Ibu Shofi:   Sudah. Nih sudah senyum.
Semua:       (tersenyum)
Nora:           Oh, ya, Mbak Sandra tadi telpon kalau tidak bisa datang?
Sandra:       Ya, memang, tapi aku sempat-sempatin lah. Aku kan juga kangen sama ibu, juga pada kalian.
Silfi:              Ih, mbak Sandra bisa kengen juga ya.
Hehehe.
Nora:           Tuh, kan Bu. Mbak Sandra juga selalu ingat sama ibu.
Ibu Shofi:   (tersenyum)
Sandra:       Baiklah bu. Kami semua akan berjanji untuk menemani ibu bergantian.
Benarkan Nora.. Silfi..
Meila:         Iya, Mbak Sandra. Iya bu, kami akan menjaga ibu.
Karena kami semua sayang ibu.
Dilla:            Dilla juga sayang nenek. I love you grandma.
Ibu Shofi:   Alhamdulillah… (tersenyum bahagia)
(Malam itu dilewatkan dengan suka cita yang mengharukan, meskipun Ibu Shofi tidak bisa berkumpul dengan semua anak-anak dan menantunya. Keempat anaknya Sandra, Nora, Silfi, Meila dan cucunya Dilla, sudah membuahkan kebahagiaan yang istimewa di Hari Ibu. Selamat Hari ibu…)



Contoh 7 :
Alibaba

Dahulu kala ada seorang pria yang bernama Alibaba, dia tinggal bersama istrinya, Zaitun. Mereka tinggal di sebuah rumah kumuh disebuah perkampungan dipinggir hutan. Kakaknya, baba Kasim, dia adalah orang kaya diperkampungan itu. Tapi dia sangat pelit dan sombong.

Pada Suatu hari...

Zaitun : Ali, maukah kau mencarikan kayu bakar untuk saya?
Alibaba : oh ... zaitun. Mengapa namamu Zaitun? Namamu begitu indahnya. Apa arti dari namamu itu? Namamu begitu harum semerbak.
Zaitun : Kamu tahu kalau aku bukanlah mawar, jadi tolong jangan lagi menggodaku! Cepat carikan aku kayu bakar!
Alibaba: Oke! tetapi kamu tahu kan kalau aku tidak punya banyak waktu!
Dengan gontai Alibaba pergi ke hutan untuk memenuhi permintaan istrinya istrinya.
Didalam hutan ketika Alibaba sedang mengumpulkan ranting-ranting untuk dijadikan kayu bakar, tiba-tiba dia mendengar percakapan.
Bandit 2 : kita mendapat emas lagi dari desa itu. Mari kita pergi ke gua dan menyimpannya!
Dipersembunyiannya.... AliBaba berguman sambil terus mengikuti mereka kedalam hutan.
Alibaba : Siapakah mereka? Biarkan aku mencari tahu!
Sampailah mereka disebuah gua yang tertutup batu.
Leader.b : Alakazam, Buka Pintu!
Setelah menyimpan emas, merekapun keluar lagi.
Leader .b : Mari kita pergi ke desa lain, kita tidak punya waktu untuk istirahat!
Setelah para perampok pergi.

Alibaba : Mmm ... Alakazam Buka Pintu! Wow, apa itu? Oh My God itu adalah emas! Saya ingin mengambil beberapa ... sebelum mereka datang.
Setelah mengambil beberapa keping emas dari gua itu, Alibabapun pulang tanpa membawa kayu bakar.
Alibaba: Honey, aku pulang!
Zaitun: Mana kayu bakarnya?
Alibaba: Tidak ada, tapi aku punya sesuatu yang lebih baik, Emas!
Zaitun: Apa? Apa sih yang kamu bicarakan?
Alibaba: Aku serius, sayang. Ini benar-benar emas!
Zaitun: darimana kamu mendapatkannya?
Alibaba: Aku mengambilnya dari para perampok.
Zaitun: Saya ingin memberikan beberapa kepada tetangga kita.
Alibaba: Pinjam mangkuk dari Kasimbaba. untuk mengambil emas
Zaitun, pergi ke Kasim baba's Mansion untuk meminjam mangkuk.
Zaitun: Permisi, boleh saya pinjam mangkuk?
Istri1: Oh, kakak saya yang miskin! Tentu saja boleh.
Kasim baba: Sebuah mangkuk kecil atau mangkuk besar, hai perempuan?
Istri 2: mungkin bukan mangkuk kecil, hahaha!
Zaitu
baba Kasim: baiklah, berikannya mangkuk kepadanya! Tapi jangan kau makan emasnya! Hahahaha

Zaitun pulang ke rumah. Mereka memberi emas kepada tetangga mereka. Ketika, Alibaba mengembalikan kembali mangkuk untuk baba Kasim ...

Alibaba: Dear, saudaraku!
Istri 1: Eh, Darling manusia miskin.
baba Kasim: Oh jangan seperti itu! hey really2 saudara miskin.
Alibaba: really, kakak saya yang kaya! Saya ingin mengembalikan mangkuk Anda yang benar-benar sangat mahal.
Istri 2: lihatlah, manusia miskin telah mengambil emas ke dalam mangkuk kami.
baba Kasim: Apakah itu nyata? Oh, bagaimana kau mendapatkannya?
Alibaba: mmm ... hanya ikuti perampok.
Setelah baba Kasim mendapat penjelasan dari Alibaba, ia pergi ke gua pagi sekali dengan menunggangi seekor keledai.
baba Kasim: Dimana emas? Oh, aku tidak ingin terlihat oleh Alibaba manusia termiskin

Akhirnya baba Kasim menemukan gua tersebut. Dan ia sangat senang ketika ia melihat emas.

Kasim baba: Mmm ... apa password, oh yeah ... Ala mmm ... ka ... zam, Buka Pintu!
Kasim baba: Oh My God! Aku bisa menjadi raja, dan orang terkaya di dunia ini.
Ketika baba Kasim ingin pulang, ia lupa password sampai akhirnya para perampok datang.
baba Kasim: Apa sandi itu? Oh Lala ... mmm ada ... Avad Avada membuka pintu ... Alakazim membuka pintu oh tidak!
bandit 3: Alakazam, buka pintu! hey, Siapakah Anda?
Leader.B: Aku benci pencuri, Bunuh dia!
Kasimbaba: Oh silahkan, aku akan memberikan semua emas saya.
Leader.B: Sudah terlambat, Bagaimana Anda bisa sampai ke gua ini?
Kasim baba: Alibaba Memberitahuku. (Untitled - rencana sederhana)

Kasimbaba telah dibunuh oleh bandit, dan salah satu dari mereka mencari rumah Alibaba's. Setelah bertemu rumah, ia menyeberangi pintu, tapi Alibaba tahu taktik para bandit begitu ia menyeberangi semua pintu di desanya.

The Bandit 1: bos Ok, itu jelas! (Dengan handphone)
Alibaba: The bandit berusaha menemukan saya! mmm ... menarik!

Istri pertama Kasim Baba mendapat informasi bahwa suaminya telah dibunuh. Dan istri kedua sangat sedih, sehingga mereka pergi ke rumah Alibaba untuk memberitahunya.


Istri 1: Ali, apakah Anda tahu bahwa kakak Anda sudah mati?
Alibaba: Apa? kau bercanda? Tidak mungkin!
Istri 2: Apakah mereka di sini? Aku ingin membunuh mereka.
Alibaba: Tunggu sebentar. Siapa yang membunuhnya?
Istri 1: bandit itu, mereka memotong tubuhnya!
Alibaba: Umm ... saya punya ide untuk membalas dendam mereka.
Istri 1: Apa itu?


Alibaba tahu bahwa malam ini bandit akan datang ke rumahnya, jadi dia membuat rencana.

Leader.B: Yang mana rumah Alibaba's?

Bandit 1: Rumah yang pintu telah ditandai.
Bandit 2: Semua pintu di desa ini telah tandai.
Bandit 3: Anda menandai semua pintu, betapa bodohnya kamu?
LeaderB: Aku akan membunuh Anda, jika Anda melakukan kesalahan.
Bandit 1: Oh ... saya akan menemukannya bos


Bandit punya bingung, dan Alibaba memperhatikannya dari kejauhan.


Bandit 1: Umm ... maafkan saya Nona, yang manakah rumah Alibaba's?
Model: Ouh maaf, saya sangat sibuk. Jika Anda ingin tahu rumah Alibaba, rumah Yang terkecil didesa ini.
Bandit 1: Terima kasih, Boss.

Leader.B: Oke, karena kami berencana Ketika saya mengatakan Zaitun, Anda akan keluar dari drum dan kami akan membunuh Alibaba.
Bandit: Oke bos.

Pemimpin dari bandit datang ke rumah Alibaba's. Alibaba dan keluarga menyapa ramah.

Leader.B: Permisi, boleh saya bergabung dengan keluarga Anda untuk sebuah makan malam?
Alibaba: tentu saja, Istri saya telah membuat sup Zaitun Zaitun.
Istri 1: Apakah Anda ingin minuman?
Leader.B: Ya, saya
Istri 2: Apakah Anda Zaitun merchant?
Leader.B: Ya, saya adalah seorang ... pedagang zaitun.
Istri 2: Apa yang akan Merchant Zaitun lakukan di rumah kumuh ini?
Leader.B: Yah, aku sangat lelah dan aku terlalu lapar untuk menjual minyak Zaitun. (model) mengatakan bahwa keluarga ini sangat baik.
Alibaba: Oh istri saya, Zaitun terlalu lama memasak didapur.
Istri 1: Saya ingin membantu Zaitun di dapur.
Istri 2: Aku juga
Leader.B: Oooh ..., silakan?
Alibaba: Mengapa?


Pertama dan kedua istri baba Kasim dan Zaitun sedang menunggu di samping drum dan mereka mengambil sapu, palu, dan wajan penggorengan untuk memukul bandit.

Bandit 1: Aku telah mendengar "Zaitun" kata selama 16 kali.
Bandit 2: Mungkin itu adalah sinyal, bahwa kita harus keluar.
Bandit 3: Saya tidak berpikir begitu suara tampaknya berbeda


Bandit keluar dari drum dan Zaitun, dan istri Kasim baba's memukul mereka sampai mereka mati
Ketika pemimpin yang disebut bandit. Tak ada jawaban. Dan Alibaba mengatakan kepadanya bahwa bandit telah tewas. Dia berpikir Alibaba tidak tahu rencananya. Dan Alibaba membunuhnya.

Leader.B: Zaitun
Alibaba: Anda menyebut mereka tanpa efek apapun, karena mereka telah dibunuh, apa yang akan Anda lakukan sekarang pemimpin bandit?
Leader.B: Bagaimana Anda tahu? sehingga Anda perangkap saya! Saya tidak takut apa-apa.
Alibaba: Terus bermimpi! orang yang takut tidak ada orang yang mencintai apa-apa, jika demikian maka apa sukacita yang ada dalam hidup Anda?

Contoh 8 :

 

PERKELAHIAN BUKANLAH SUATU CARA UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH

Para Tokoh :
- Edly K. sebagai Raja (anak SMP 03)
- Sy. Sahrizal sebagai Dani (anak SMP 03)
- Kusuma sebagai Marco (anak SMP 07)
- Peri sebagai Andreas (anak SMP 07)
- Taufik sebagai Pak Aswin (guru SMP 03)
- Didi sebagai Narator
Pada suatu hari Dani pergi sekolah dengan berjalan kaki, di depan persimpangan jalan ia dicegat oleh anak SMP 07.
Marco : (sambil melambaikan tangan) “Hei..! anak kecil kemari lu!”
Dani : “Ada apa, bang!”
Marco : “Ada uang Rp1000 enggak?”
Dani : “Untuk apa bang!”
Marco : “gue Tanya ada uang nggak?”
Dani : “Enggak ada bang!”
Marco : “Goblok bilang kek dari tadi.” (sambil menunujal kepala dani)
Andreas memukul perut dani.
Andreas : “Rasakan ni.”(buk)
Dani : “Aduh….! Awas kalian, tunggu pembalasan gue?”
Andreas : “Apa…! Lu mau melawan gue, ya!
Dani pun lari meninggalkan Andreas dan Marco. Dan Dani pun tiba disekolahnya dengan muka yang merah. Ia melihat raja yang sedang duduk di depan kelas, dan ia pun memanggil raja.
Dani : “Raja……! (sambil melambaikan tangan)
Raja : “Hoi…..! ada apa?”
(dani pun mendekati raja)
Dani : “Ja! Tadi sewaktu aku berangkat sekolah. Aku dicegat anak SMP 07.”
Raja : “Elu, diapain?”
Dani : “Gue! Dipukulin.”
Raja : “Kurang ajar mereka! Terus, ngomong apa lagi mereka.”
Dani : “Mereka menantang lu!”
Raja : “Sialan, kita harus balas mereka.”
Dani : “Benar, bagaimana kalau pulang sekolah nanti.”
Raja : “Oke. Baiklah!”
Singkat cerita, anak-anak SMP 03 pun pulang sekolah, raja dan dani pun bergegas pergi menuju SMP 07 itu.
Raja : “Mana mereka!”
Dani : “Tunggu aja dulu!”
Raja : “Baiklah.”
Setelah menuggu 7 menit Marco pun muncul dari depan pagar sekolahnya, dan ia pun berjalan.
Raja : “Hei…! kamu, kesini.”
Marco : “Saya!” (ia pun berjalan menuju ke arah raja dan dani)
Raja : “Ya! Mana teman lu.”
Marco : “Sudah pulang tuh!”
Raja : “Hei…… brengsek!” (sambil menunujuk kepada marco). Ngomong apa tadi lu sama teman gue!”
Marco : “Ngomong apa, mana ada.”
Dani : “Eh…., banyak tingkah juga lu. Udah ……ja bantai!”
Kemudian raja dan dani pun mengeroyok marco.
Raja : “Rasakan ini.” (buk-buk)
Marco : “Aduh….”
Dani : “Udah ja, dia sudah babak belur.”
Raja : “Makanya, jangan suka mencari gara-gara sama gue beginilah jadinya, kasihan……deh…….lu!”
Raja dan dani pun meninggalkan marco yang babak belur itu. Keesokan harinya marco mengadukan perbuatan yang telah dilakukan raja kepadanya itu, kepada andreas.
Andreas : “Selamat siang! Mar.”
Marco : “Selamat siang.”
Andreas : “Bagaimana keadaanmu.”
Marco : “Lumayan, sudah agak sembuh.”
Andreas : “Bagaimana kalau pulang sekolah nanti kita balas mereka.”
Marco : “Boleh, juga idemu itu and.”
Andreas dan marco pun telah pulang sekolah. Mereka pergi ke SMP 03 disana andre melihat raja dan dani yang sedang nongkrong di tepi jalan.
Andreas : “Hei………kau, kenapa berani main keroyokan.”
Raja : “Siapa yang main keroyokan? Kamunya aja yang enggak ada, coba kalau kamu ada mungkin sudah seperti babi ini.”
Andreas : “Kurang ajar kau, (lalu andreas memukul raja dengan sangat kuat). Prak!”
Raja : “Memangnya aku takut. (raja pun membalas pukulan andreas), puuk.”
Dani dan marco tidak tinggal diam, mereka berkelahi sampai babak belur, tiba-tiba ada pak aswin yang sedang lewat, dan pak aswin melihat mereka berkelahi. Pak aswin pun segera melerai mereka.
Pak aswin : “Sudah…..sudah! berhenti. (mereka pun berhenti) kenapa kalian berkelahi.”
Raja : “Dia yang muali duluan pak.”
Andreas : “Kamu yang mulai duluan.”
Pak aswin : “Sudah kalian berempat pulang, ingat jangan berkelahi lagi.”
Keesokan harinya pak aswin menelepon kepala sekolah SMP 07 dan menjelaskan apa yang terjadi tentang andreas dan marco, karena berkelahi dengan raja dan dani. Kepala sekolah terkejut mendengar berita itu. Setelah beberapa jam pak aswin datang menghadap kepala sekolah SMP 07 dan meminta izin membawa andreas dan marco untuk diminta keterangan.
Pak aswin : “Dani apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai kalian mereka.”
Dani : “Begini pak, sewaktu aku berangkat kesekolah aku dicegat oleh mereka dan memaksaku memberi uang sakuku, dan mereka memukulku pak!”
Pak aswin : “Apa benar yang dikatakan dani! Mar.”
Marco : “Iya, pak.”
Pak aswin : “Kenapa kalian lakukan itu?”
Marco : “Cuma iseng-iseng aja kok pak.”
Pak aswin : “Tapi bukan begini caranya. Berkelahi bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.”
Raja : “Kami menyesal pak.”
Pak aswin : “Raja! Kamu dan dani bapak skor selama 3 minggu.”
Raja : “Apa! 3 minggu, yang benar saja pak!”
Pak aswin : “Sudah jangan cerewet.”


Kemudian pak aswin memberitahukan kepada kepala sekolah SMP 07 tentang tindakan yang dilakukan andreas dan marco. Dengan panjang lebar kepala sekolah menerangkan kepada orang tua mereka, bahwa perbuatan andreas dan marco sudah membuat nama SMP 07 tercoret. Kemudian kedua siswa itu di keluarkan oleh kepala sekolah.


1 komentar:

  1. ada gak drama yang hanya 4 pemain dan 2 babak aja
    buruan kabarin yah

    BalasHapus